100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono Gagal Total mensejahterkan Rakyat
Program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono yang digembor-gemborkan ternyata tak lebih dari janji manis belaka. Kinerja 100 hariSBY-Boediono ternyata tidak memberikan perubahan yang berarti terhadap nasib 210 juta rakyat indonesia. Jutaan rakyat Indonesia masih terjebak dalam kemiskinan. Hukum hanya menghakimi rakyat kecil sementara para koruptor masih bebas melenggang dan bahkan menikmati fasilitas mewah dalam penjara. pendidikan dan kesehatan masih mahal. Sembako semakin tidak terjangkau. lapangan kerja semakin sulit dan pengangguran semakin banyak. Sementara Pintu pasa Bebas ASEAN-CHINA telah dibuka sehingga produk impor membanjiri dan akan mematikan sektor ekonomi rakyat. Belum tuntasnya pengusutan kasus bank century yang merugikan negara sebesar 6,7 Trilliun menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan SBY-Boediono.
Melihat dari berbagai realita yang telah terjadi di negeri ini, maka Aliansi Rakyat untuk Demokrasi dan HAM (ARDHAM) menyatakan bahwa 100 hari pemerintahan ABY-Boediono GAGAL TOTAL dalam penegakkan hukum, pemebrantasan korupsi, pemenuhan kesejahteraan rakyat, pemenuhan fasilitas pendidikan dan kesejahteraa murah untuk rakyat, serta penuntasan pelanggaran HAM.
Dan Kami Menuntut :
- Tuntasakan skandal Bank Century
- Hentikan diskriminasi terhadap rakyat kecil
- Berantas Mafia peradilan
- Tolak RPP Penyadapan yang melemahkan pemberantasan Korupsi
- Cabut UU Badan Hukum Pendidikan (BHP)
- Jaminan Kesejahteraan untuk Rakyat
- Turunkan sembako
- Hentikan Perampasan Upah, Tanah dan lapangan Kerja
- Tolak Free Trade Agreement ASEAN_CHINA yang akan mematikan sektor ekonomi rakyat
- Tolak Fasilitas Mewah untuk pejabat
- Usut Tuntas kasus Pelanggaran Ham
Demikian tuntutan ini kami sampaikan demi terciptanya perubahan dan demokrasi di Indonesia yang lebih baik. HIDUP RAKYAT !!
Denpasar, 28 Januari 2010.
ARDHAM [Aliansi Rakyat Untuk Demokrasi Dan HAM]
(Frontier Bali, FMN Denpasar, PMKRI, GMS Bali, IKON Bali, Yayasan Manikaya Kauci, Walhi Bali, LBH Bali,
Sloka Institute)