LSM Harus Lebih Bergiat dalam Masa Transisi Kekuasaan

Posted on February 22nd, 2010 by by admin

Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) harus lebih bergiat dalam masa transisi kekuasaan seperti sekarang ini. Sebagai institusi yang relatif independen, LSM memiliki peran yang sangat strategis memberi andil dalam menentukan arah kepemimpinan dalam politik dan kekuasaan. Demikian diungkapkan Ketua Pembina Yayasan Manikaya Kauci Denpasar dalam evaluasi bulanan lembaga tersebut di Denpasar.

Menurut Ir. I Gusti Ketut Puriartha yang akrab dipanggil Gus Krobo dan juga salah satu dewan Pembina Yayasan Manikaya Kauci. LSM dari sejak pertumbuhannya memang memiliki peran sebagai lembaga yang memediasi arah kebijakan kekuasaan dan mengakomodasi kepentingan khalayak luas. “Selama ini jejak perjalanan Yayasan Manikaya Kauci telah memainkan peran itu dengan memberi pusat perhatian kepada penguatan masyarakat sipil”, ungkap Puriartha.

Dalam Kaitan peran LSM yang lebih luas, Puriartha juga mengharapkan semua LSM yang ada di Bali untuk kembali memainkan perannya yang penting itu dalam masa transisi kekuasaan ini. “Kita sebaiknya terus mendampingi masyarakat untuk bersama-sama membangun kebersamaandalam pembangunan Demokrasi dan Politik secara luas”, Pinta Puriartha. Sebagai tokoh politik yang banyak bergerak di tengah-tengah masyarakat, Puriartha tahu betul bahwa hingga saat ini keberadaan LSM masih diperlukan.

Bertimbang pada kenyataan itu, Puriartha mengharapakan kawan-kawan di LSM, terutama rekan-rekannya di Yayasan Manikaya Kauci untuk lebih bergiat pada masa transisi ini untuk menawarkan mediasi dan kebersamaan menjaga momentum pemilu 2009 ini sebagai ajang demokrasi yang sehat dan semakin mencerdaskan masayarakat dalam menyikapi hak-hak politiknya. “LSM dan masayarakat harus bersinergi dalam melakukan langkah-langkah politik guna mengantar demokrasi di negeri ini ke arah yang lebih menyehatkan”, kata Puriartha.

Itulah pentingnya keberadaan LSM selama ini, yakni menjadi mitra yang solid bagi masyarakat dalam mengatasi masalah-masalah sosial, politik dan kesejahteraan. “LSM itu hadir bukan membawa bantuan, misalnya sembako, melainkan ia ada bersama masyarakat untuk menjadi pendamping yang baik dan bersama-sama mengatasi masalah yang ada”, demikian Puriartha menegaskan untuk menepis anggapan bahwa LSM datang ke desa-desa adalah memberikan bantuan berupa materi. “Yang kita lakukan selama ini di Manikaya Kauci ialah lebih banyak menawarkan tenaga dan pikiran. Bagi kebanyakan masyarakat dampingan justru itu yang paling diperlukan, Ia sendiri telah membuktikan setelah puluhan tahun terjun ke masayarakat pedesaan dan bersama-sama masayrakat membangun kejatidirian dan kemandirian dalam pengelolaan potensi desa. Kini dalam momentum pemilu ini, kalangan LSM harus lebih aktif menjadi mediasi dan informasi bagi kelangsungan pesta demokrasi ini. Saya percaya tiap LSM memiliki program dan pelaksanaan ke arah itu,” lebih lanjut Puriartha menegaskan.

Leave a Reply