e. Pengalaman Program
A. Pemberdayaaan Masyarakat
- 1992; Riset Awig-awig Hutan Desa adat Tenganan Pegringsingan. Lokasi Program terletak di Desa desa adat Tenganan bekerjasama dengan SKEPHI
- 1993; Riset Potensi rumput laut di Nusa Penida bekerjasama dengan Kedutaan Australia
- 1994; Pembinaan kelompok ternak di Desa Sumber Kelampok bekerjasama dengan Bina Desa
- 1996; Riset Konservasi penyu bekerjasama WWF
- 1996; Baseline Study Kawasan Terpadu Bali Barat bekerjasama dengan OXFAM
- 1996; Riset Pelacuran anak-anak bekerjasama dengan SAMIN
- 1997-1998; Replantasi Lahan kritis di desa Tenganan Dauh Tukad, Karangasem. Program ini dilaksanakan dengan harapan terciptanya lahan hijau kembali. Program ini dilaksanakan bekerjasama dengan UNDP-YBUL
- 1998; Riset dan penanggulangan krisis pangan di Bali bekerjasama dengan Bali Beach
- 2000–2001; Pengembangan Pariwisata berbasis Masyarakat dan Lingkungan (Kehati) sebuah proyek yang dilaksanakan untuk mendukung peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan potensi lokal secara mandiri, berbasis pada daya dukung alam, pelestarian, dan kesejahteraan masyarakat. Proyek ini ikut berperan dalam negosiasi dan advokasi kebijakan terkait dengan peran dan kewenangan desa dalam pengelolaan sumber daya alamnya.
- 2000–2001; Discuss Program (Pact Indonesia) Diselenggarakan di 12 komunitas yang tersebar di 9 Dati II, terdiri dari 9 masyarakat banjar adat, dan 3 komunitas profesi (2 kelompok perempuan pengrajin dan 1 kelompok pedagang acung). Secara garis besar, tujuan program ini adalah untuk mendorong wacana demokratisasi dan kemandirian masyarakat dalam era otonomi daerah di tingkat masyarakat basis, yang hasilnya akan disebarkan kepada komunitas komunitas lainnya sebagai pengayaan wacana demokratisasi dengan berbagai nuansa kearifan lokal masing masing. Salah satu agenda program ini adalah menyelenggarakan pertemuan dengan pengambil kebijakan melalui mekanisme dialog yang santun namun fokus serta memiliki bobot.
- 2001–Sekarang; Advokasi Kebijakan Pengelolaan Hutan berbasis Kesejahteraan Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan secara berkelanjutan. Sebuah program swadaya kerjasama antara Yayasan Manikaya Kauci, LBH Bali, dan 5 desa pinggiran hutan lindung di Kabupaten Jembrana. Program ini merupakan penterjemahan dari komitmen NGO terhadap upaya memperkuat posisi tawar desa dalam penentuan kebijakan public, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya alam yang mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.
- 2001-2002; Pengembangan Produksi dan Pemasaran ikan Hias di desa Penatahan Tabanan, bekerjasama dengan Kedubes Selandia Baru
- 2002 Riset kerusakan Gedung sekolah di Seluruh Bali -DAI Jakarta
- 2007-Sekarang; Pendampingan Pekerja Rumahan Desa Bona, Kecamatan Blabatuh,Kabupaten Gianyar bekerjasama Dengan NPWRI
B. Pendidikan Politik, Hukum, HAM dan Demokrasi
- 1996 ; Sosialisasi dan Kampanye penanggulangan AIDS bekerjasama.Dengan tujuan untuk mensosialisasikan bahaya yang ditimbulkan oleh AIDS dan cara pencegahannya, serta mensosialisasikan proses rehabilitasi ODHA tanp ada pendiskriditan.Program ini dilaksanakan bekerjasama dengan AusAID
- 1997 ; Workshop Aspek Hukum dalam penanggulangan HIV/AIDS,capaian program yang di harapkan: adanya perlindungan ODHA.Dan juga dalam Kegiatan ini melibatkan beberapa pengacara [lawyer] yang pada akhirnya menelorkan sebuah statement bersama untuk membantu perlindungan secar Hukum terhada ODHA Program dilaksanakan bekerjasama dengan AusAID
- 1998 ; Reformasi dan Diseminasi Aturan Hukum HIV/AIDS bekerjasama dengan AusAId
- 1998 ; Perlakuan diskriminasi dikalangan ODHA di Rumah sakit dan masyarakat bekerjasama dengan AusAID
- 1999; Diskusi Reguler dan Penerbitan Buletin Diselenggarakan di 9 Dati II bekerja sama dengan PACT Indonesia. Diskusi tersebut membahas berbagai persoalan lokal dengan mekanisme demokratisasi yang bernuansa kearifan lokal. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan DPRD II serta pihak Eksekutif Kabupaten / Kota. Hasil dari diskusi tersebut diterbitkan dalam buletin “WACANA” yang juga memuat analisa akademis mengenai problem bangsa yang berimplikasi terhadap kehidupan di Bali, disamping juga memuat informasi kasus dan aspirasi masyarakat dampingan.
- 2003 ; Kampanye Perdamaian dan antisipasi dampak PHK masal pasca bom Bali bekerjasama dengan AusAid
- 2003 ; Penelitian Potensi Konflik Sosial di Bali Pasca Tragedi Bom Legian bekerjasama dengan USAID dan UNDP
- 2004 ;Voter Education tergabung Dalam KP3Bali dan bekerjasama dengan UNDP
- 2004-2006 ; Comunity Oriented Policing, bekerjasama dengan Polda Bali, program ini dilaksankan di 3 kabupaten di 6 desa di Bali, dalam upaya untuk reformasi di tubuh kepolisian Republik Indonesia dan meningkatkan komunikasi sejajar antara Polisi Dan masyrakat dalam upaya penanganan Kamtibmas. Adapu Program di Dukung oleh TAF [The Asia Foundation]
- 2001 – 2005 ; (Partnership for Governance Reform in Indonesia) Penguatan Institusi Lokal (Aparat Pemerintahan Desa, Badan Perwakilan Desa, Institusi Adat Desa : Subak, Sekeha-sekeha dan Banjar Adat) sebagai Ujung Tombak Penyelenggaraan Otonomi Daerah. Bekerjasama dengan Partnership for Good Governance Reform
- 1999 ; Kompilasi Peraturan Pelacuran Anak di bawah Umur. Bekerjasama dengan AusAid
- 2000 – 2001 ; Discuss Program (Pact Indonesia) Diselenggarakan di 12 komunitas yang tersebar di 9 Dati II, terdiri dari 9 masyarakat banjar adat, dan 3 komunitas profesi (2 kelompok perempuan pengrajin dan 1 kelompok pedagang acung). Secara garis besar, tujuan program ini adalah untuk mendorong wacana demokratisasi dan kemandirian masyarakat dalam era otonomi daerah di tingkat masyarakat basis, yang hasilnya akan disebarkan kepada komunitas komunitas lainnya sebagai pengayaan wacana demokratisasi dengan berbagai nuansa kearifan lokal masing masing. Salah satu agenda program ini adalah menyelenggarakan pertemuan dengan pengambil kebijakan melalui mekanisme dialog yang santun namun fokus serta memiliki bobot
- 2002–Sekarang; Penguatan Jaringan Fasilitator Penguatan Demokrasi dan HAM (Aliansi Demokrasi Indonesia) Yayasan Manikaya Kauci bersama 50 lebih NGO di 13 Propinsi tergabung dalam Aliansi Demokrasi (ALDEK) Indonesia, telah mengimplementasikan komitmen bersama dalam upaya membangun Demokrasi dan Penegakan Hak Azasi Manusia, termasuk didalamnya adalah pendidikan kewarganegaraan dan penguatan kapasitas perangkat desa sebagai fasilitator upaya pembaharuan tata pemerintahan, melalui berbagai bentuk kegiatan pelatihan, lokakarya, dan pengembangan jaringan
C. Radio Komunitas
- 2005-sampai sekarang ; Radio Komunitas Di samping program -program yang di laksanakan, Yayasan Manikaya Kauci juga membangun Media Informasi Radio Komunitas untuk penyebaran informasi yang lebih luas ke tingkat Desa yang mana pengelola dan penyiar di ambil dari berbagai unsur di Desa itu sendiri. Hingga saat ini Yayasan Manikaya Kauci telah membangun enam (6) unit station Radio Komuitas yang tersebar di 3 kabupaten Yaitu: Kabupaten Karangarasem: 2 Station berada di Desa Nyuhtebel dan Desa Bebandem Kabupaten Buleleng: 2 station berada di Desa Kaliasam dan Desa Les.Kabupaten Jembrana: 2 station berada di Desa Medewi dan Kelurahan Gilimanuk. Bekerjasama dengan TAF [The Asia Foundation]